Showing posts with label soleha. Show all posts
Showing posts with label soleha. Show all posts

TENTANG SIWAK DAN SUNNAHNYA


Tentang Siwak dan Kesunnahannya.


Siwak adalah dahan atau akar dari pohon tertentu yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut.

قال الشيخ زكريا الأنصاري: 
(ﻭﺳﻦ اﺳﺘﻴﺎﻙ) ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻟﺨﺒﺮ اﻟﻨﺴﺎﺋﻲ ﻭﻏﻴﺮﻩ «اﻟﺴﻮاﻙ ﻣﻄﻬﺮﺓ ﻟﻠﻔﻢ»

Disunnahkan menggunakan siwak secara muthlak untuk membersihkan gigi, gusi, lidah dan mulut. Kesunnahan ini didasarkan atas hadits yang diriwayatkan oleh Al Nasai, yang maknanya: "Siwak merupakan kebersihan bagi mulut" dalam riwayat lain disebutkan tambahan: "dan merupakan hal yang diridlai oleh Allah".

Setiap akan melakukan shalat disunnahkan untuk menggunakan siwak, begitu pula saat hendak berwudlu, ketika bangun tidur atau kondisi-kondisi lainnya.

Jika kita mau berhitung, tentu kita dapatkan berapa banyak kondisi yang memang sepatutnya kita menggunakan siwak.

Saat kita mencermati, hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian islam terhadap kebersihan.

قال الشيخ زكريا الأنصاري:
(ﻭ) ﺳﻦ ﻛﻮﻧﻪ (ﻋﺮﺿﺎ) ﺃﻱ: ﻓﻲ ﻋﺮﺽ اﻷﺳﻨﺎﻥ ﻟﺨﺒﺮ ﺃﺑﻲ ﺩاﻭﺩ «ﺇﺫا اﺳﺘﻜﺘﻢ ﻓﺎﺳﺘﺎﻛﻮا ﻋﺮﺿﺎ» ﻭﻳﺠﺰﺉ ﻃﻮﻻ ﻟﻜﻨﻪ ﻳﻜﺮﻩ.

Metode penggunaan siwakpun juga sudah diajarkan oleh nabi, beliau menganjurkan untuk menggunakan siwak secara horizontal, artinya membersihkan gigi dengan alur dari bagian gigi kanan ke kiri, bukan dari atas ke bawah. Sedangkan menggunakannya dari atas ke bawah atau sebaliknya hukumnya makruh, seperti yang dijelaskan oleh shaikh Zakariya Al Anshari dalam kitabnya Fathul Wahhab.

Agar siwak senantiasa nyaman dipakai, anda bisa mempersiapkan kayu yang tidak terlalu keras (seukuran sikat gigi) lalu dilembutkan bagian ujung (lebih mudahnya lihatlah gambar). Bagian yang lembut digunakan untuk membersihkan gigi dan sekitarnya, seusai anda gunakan bisa dicuci sekira hilang baunya dan kembali bersih agar bisa digunakan kembali.

Pernah saya mendengar bahwa ada seorang dokter gigi yang ahli berkata: "seandainya setiap orang rajin menggunakan siwak, niscaya kami tak akan laku lagi".

Sudah menggunakan sikat gigi, apakah masih butuh siwak..?

Sangat perlu, karena selain kesunnahan yang dianjurkan dalam agama, siwak juga memang baik bagi kesehatan gigi. Sebenarnya alasan kesunnahan siwak sudah cukup bagi seorang yang beriman untuk menggunakannya, namun siwak tetap memiliki beberapa manfaat yang berhubungan dengan kesehatan gigi dan lainnya.

Penting bagi orang tua untuk mengajarkan anaknya tentang disunnahkannya siwak, biar tertanam sejak dini bahwa islam sangat menganjurkan kebersihan, dan menjelaskan bahwa siwak merupakan hal yang memang dianjurkan oleh baginda nabi. Seperti inilah cara kita mencintai anak, tidak dengan memberikan setiap kebutuhan duniawi yang ia inginkan, tapi lebih berpusat pada pemberian apa yang memang dibutuhkan, baik urusan agama maupun duniawi.

Read More

Kelebihan Wanita Yang Shalihah

       Anda pasti sering mendengar, bahwa dunia ini penuh dengan perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah seorang wanita (istri) yang shalihah. Hal ini bukan hanya sebuah teori yang manis dilidah, namun juga merupakan fakta yang terbukti secara nyata.
Seorang lelaki yang beristri shalihah memiliki ketenangan batin, terbebas dari rasa-rasa khawatir yang ditimbulkan oleh rasa ketidakpercayaan yang timbul dari keburukan watak seseorang. Tidak lain karena seorang wanita shalihah sangatlah bisa untuk dipercaya dalam mengemban amanat keluarga.


       Secara umum, wanita banyak sekali dikejar karena empat hal: kecantikan, katurunan, kekayaan, agama yang baik. Namun dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim begitu ditekankan untuk mengutamakan pilihan terhadap seorang yang baik agamanya.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا، وَلِجَمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك» أَيْ: افْتَقَرَتَا إنْ لَمْ تَفْعَلْ.

Maksudnya: “Wanita dinikahi karena 4 hal: hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya, karena itu, pilihlah yang memiliki agama (seorang yang shalihah), jika tidak begitu kalian akan kesusahan.” (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim).

       Rasul mengajarkan untuk mengutamakan seorang perempuan yang shalihah, yakni yang baik agamanya, memiliki kriteria-kriteria keadilan dalam agama. Dalam kitab-kitab fikih klasik banyak dijelaskan bahwa disunnahkan untuk memilih seorang perawan, yang memiliki nasab tinggi, yang berpotensi tinggi untuk memberikan keturunan, dan hal-hal lain yang dinilai menjadi kelebihan bagi seorang wanita.

          Namun semua itu tanpa disertai budi pekerti yang baik tetap saja akan merepotkan, jika memang tidak menemukan yang baik, paling tidak dicari yang berpotensi untuk menjadi baik. Hal ini mengajarkan pula bahwa seorang lelaki yang baik haruslah memiliki bekal ilmu agama yang diperlukan untuk mendidik istrinya kelak, sehingga bisa sama-sama menjadi keluarga yang baik. Karena seorang lelaki yang baik, ingin mendapatkan perempuan yang baik, begitupula perempuan yang baik menginginkan lelaki yang bisa menjadi imam yang membimbingnya menuju kebaikan.

        Banyak orang yang menikah hanya karena kecantikannya, kekayaannya, nasabnya, namun karena tidak memiliki watak yang baik, dan suami juga tidak bisa membimbing dengan baik, akhirnya rumah tangga menjadi berantakan, tidak ada kepercayaan antara suami istri, saling curiga dan resah. Tentu hal yang seperti ini tidaklah menyenangkan bagi kehidupan yang berlangsung lama. Hal ini mendorong kita untuk senantiasa menjadi baik dan memburu yang baik, jika tidak menemukan yang baik carilah yang mudah diarahkan untuk menjadi baik.

Sumber : Argumen Ahlusunnah
Read More